Selamat Datang  |  sign in  |  daftar sekarang  |  bantuan ?

Mengenal Dan Mengkonfigurasi Routing Static Dan Dynamic Cisco

Dikirim oleh Andi Syam Rabu, 23 Maret 2011 9 Komentar Post views:

Dalam artikel kali ini saya akan sedikit membahas tentang jaringan komputer, yaitu routing protocol yang dikonfigurasikan untuk menentukan bagaimana caranya Cisco router meneruskan paket-paket data dari internet atau WAN (Wide Area Network) berdasarkan tabel routing.
Protocol routing sendiri menggunakan istilah yang disebut metric dalam menentukan jalur yang terbaik yang akan dipakai. Metric merupakan suatu nilai hasil dari perhitungan algoritma yang dipakai oleh protokol routing yang dapat berupa jarak ke tujuan. Jenis metric yang dipakai bergantung pada pada jenis protokol routing yang digunakan, dimana setiap protokol routing menggunakan  metric yang berbeda satu dengan yang lain.

Untuk konfigurasi tabel routing dapat dibuat secara static dan dynamic. Apa itu routing static dan routing dynamic? sobat, mari kita lanjutkan pembahasannya :

Routing Static, merupakan pembuatan tabel routing secara manual. Routing static ini berguna untuk jaringan sederhana yang mana hanya menggunakan beberapa buah router saja dan berguna untuk penghematan penggunaan bandwidth. Secara manual maksudnya adalah jika sobat sebagai administrator jaringan, mengetikkan perintah-perintah tertentu untuk membuat IP static routing sebagai contoh misalkan saya ketikkan perintah berikut :

router(config)#ip route network_destination_id subnet_mask default_gateway [administrative_distance]

Berikut keterangan perintah yang saya buat diatas :

  • network_destination_id adalah alamat jaringan yang dituju
  • subnet_mask adalah subnet mask jaringan yang dituju.
  • default_gateway adalah IP address gateway, biasanya address router yang berhubungan langsung.
  • administrative_distance adalah nilai 0-255 yang diberikan pada routing. Bertambah rendah nilai yang diberikan maka bertambah tinggi kegunaannya. Jika nilai tidak diberikan maka nilai default akan digunakan. Nilai default untuk directly connected (C) = 0 dan statically connected (S) = 1.

Perintah diatas hampir mirip ya dengan penulisan perintah pada console Mikrotik... :). Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh gambar berikut :


Cara membuat routing static untuk Router 1 dengan network destination ID 192.168.20.0 dan subnet mask-nya 255.255.255.0 yaitu dengan mengetikkan perintah seperti contoh diatas :

router1(config)#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 192.168.10.11

Untuk melakukan pemeriksaan terhadapa penulisan perintah diatas apakah konfigurasi routing berhasil, maka ketikkan perintah :

router1#sh ip route



Routing Dynamic, menggunakan protokol routing yang membuat tabel routing secara otomatis jika topologi jaringan berubah-ubah. Routing dynamic secara umum dapat dibagi dalam dua kategori. Distance vector dan Link state routing protocol, yang masing-masing terdiri dari bermacam-macam routing protocol.

RIP (Routing Information Protocol) merupakan protocol paling sederhana yang termasuk jenis distance vector. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric dengan 15 hop maksimum. Jadi hop count yang ke-16 tidak dapat tercapai dan router akan memberikan error message "destination is unreachable" (tujuan tidak tercapai). Daftar tabel routing protokol RIP di-update setiap 30 detik, sedangkan default administrative distance untuk RIP yaitu 120.

Untuk menerapkan RIP pada router, berikut perintahnya :

router(config)#router rip

Untuk menerapkan RIP tersebut ke suatu network address, berikut perintahnya :

router(config-router)#network network_id


Sebagai contoh penerapan pada jaringan WAN, berikut perhatikan gambar dibawah ini :


Cara mengkonfigurasikan RIP untuk Router 1 sebagai brikut :

router1(config)#ip routing
router1(config)#router rip
router1(config-router)#network 215.10.20.0
router1(config-router)#network 215.10.10.0
router1(config-router)#exit
router1#write mem
 
Baik sobat sampai disini konfigurasi dinyatakan selesai dalam mengenal dan melakukan konfigurasi routing static dan dinamik. Semoga artikel ini bermanfaat.


Article Information :

Reviewer : Andi Syam
Description : Mengenal Dan Mengkonfigurasi Routing Static Dan Dynamic Cisco
Item Reviewed : Mengenal Dan Mengkonfigurasi Routing Static Dan Dynamic Cisco
Rating : 4.5
Incoming search : , Mengenal Dan Mengkonfigurasi Routing Static Dan Dynamic Cisco


9 Komentar untuk "Mengenal Dan Mengkonfigurasi Routing Static Dan Dynamic Cisco" | Tambahkan komentar

23 Maret 2011 pukul 23.17

Nah ini Sobat....Saya belajar Cisco ga bisa-bisa punya tutorialnya bos.Om mau tanya cara buat menu yang ada di sebelah kiri gimana ada tulisan "Info"??

23 Maret 2011 pukul 23.27

Biasa aja ga, artikel diatas hsil materi workshop doank, langsung ke sini gan http://www.andisyam.web.id/2011/01/cara-memasang-kotak-info-melayang-pada.html

24 Maret 2011 pukul 20.48

wah ilmu jaringan yang sulit ini sob hehe

24 Maret 2011 pukul 21.37

wah , kelas berat , makasih uda share ...

25 Maret 2011 pukul 15.15

cisco sya gak pernh mudheng..he..he...
sy lupa dimana guestbooknya sembunyi.....

25 Maret 2011 pukul 23.41

@Obat Sakit, ahh..saya juga newbie mas...
@SuryaRahadi, biasa aja kok mas, kebetulan aja
@Mastok, ada di bawah bagian footer mas, memang bagian akhir kluarnya :)

26 Maret 2011 pukul 16.53

kayanya pusing banget tuh sob bacanya, gw prnah S2 komputer ga segitu ribetnya hehehe, apa gw nya yg sering bolos ya haha..

26 Mei 2011 pukul 22.00

@myself-corp, bisa aja ni gan... :)

23 April 2012 pukul 02.12

pengen belajar bro tentang router.di tunggu kunjungan balik nya http://mariberbagi24.blogspot.com

Sampaikan Pesan Sobat yang sesuai dengan materi yang diposting...Don't Spam

 

FRIENDS

RECENT COMMENT

© Copyright Belajar Komputer 2012 - Some rights reserved.
Template Design by Belajar Komputer | Published by Belajar Komputer
Page Rank My Zimbio