Tampilan Facebook Menuai Kontroversi
Dikirim oleh Andi Syam
Kamis, 09 Desember 2010
0 Komentar
Post views:
Jejaring sosial yang satu ini sungguh menghebohkan, pasalnya kebanyakan penggunanya berasal dari Indonesia dan belahan dunia lainnya, walau terbilang baru bahkan mampu menyaingi jejaring sosial lain seperti twitter, friendster yang lebih dahulu muncul dan Google dan Yahoo sang maestro search engine raksasa dunia maya sempat goyah. Meskipun begitu yang namanya popularitas ya depan depanya saja, belakangan pupularitas itu lambat laun akan pudar seiring berjalannya waktu, bukti nyata yang mungkin saja tanpa kita sadari popularitas itu mulai luntur dengan munculnya tampilan atau layout baru yang kurang lebih mengadopsi fiture dari twitter sehingga menimbulkan kontroversi yang menyatakan bahwa facebook masih kalah baik bila dibandingkan dengan twitter.
Kontroversi yang bermunculan disebabkan tampilan baru tersebut menurut kebanyak pengguna dan termasuk saya sendiri yang kurang friendly. mengapa kurang friendly? inilah yang mungkin jadi pertanyaan yang mungkin menurut saya harus beradaptasi lagi bagi mereka yang kurang paham atau baru merasakan dunia maya yang enggan susah payah lagi mencari info terkait perubahan tersebut, pasalnya banyak pengguna menanyakan hal tersebut yang kurang sregg dengan tampilan baru facebook sekarang. Mungkin CEO facebook khilaf ya? emm...mungkin ya mungkin tidak atau kehabisan ide buat menggaet pengguna lebih banyak lagi.
| Tweet |
Article Information :
Reviewer : Andi Syam
Description : Tampilan Facebook Menuai Kontroversi
Item Reviewed : Tampilan Facebook Menuai Kontroversi
Rating : 4.5
Incoming search : Artikel , Internet , Social network , Tampilan Facebook Menuai Kontroversi
Reviewer : Andi Syam
Description : Tampilan Facebook Menuai Kontroversi
Item Reviewed : Tampilan Facebook Menuai Kontroversi
Rating : 4.5
Incoming search : Artikel , Internet , Social network , Tampilan Facebook Menuai Kontroversi









Sampaikan Pesan Sobat yang sesuai dengan materi yang diposting...Don't Spam